Ayah.... Kau laki-laki pertama dihatiku
kulewati hari bersamamu dlm ikatan halal seorang ayah kepada anaknya
Dalam dekap dan pelukmu aku merasa nyaman dan terlindungi
Kau korbankan segalanya demi melihatku tersenyum
Kau pernah berkata "andaikan diperbolehkan untuk melarang anak gadis menikah
maka tak akan kuizinkan kau menikah dan meninggalkan Ayah"
Kalimatmu cukup menyentak hatiku, dan tersadar begitu sangat engkau mencintaiku
Tapi aku tau kau adalah Ayah yang bijaksana, kau akan lakukan segalanya untuk kebahagiaanku
termasuk melepaskanku untuk memulai hidup baru kelak.
Ayah... aku bukanlah putri kecilmu yang dulu, kini waktu membawaku pada pendewasaan
yang menuntutku untuk menyempurnakan separuh dienku bersma lelaki pilihannya
Lelaki asing yang tidak pernah aku kenal sebelumya, yang akan menggantikan
tanggung jawabmu menjagaku, manfkahiku dan menemani sisa hidupku.
Namun.... Kau akan tetap lelaki nomor 1 dalam hidupku dan akan tetap seperti itu
Ayah... Doakan aku semoga kelak aku mendapatkan suami setlus engkau dalam mencinta Ibu
dan anak-anakku bisa mendaptkan Ayah semulia engkau dalam mendidik kami.
Ayah... Disaat dia yang dipilih_Nya datang menjemputku aku ingin melihat senyummu
bukan tangis yang mengiringi kepergianku karna ragaku boleh saja jauh darimu tapi hati dan jiwaku akan tetap bersamamu dan samapai kapanpun aku akan tetap jadi anakmu yang akan terus membaktikan diri untukmu
Hanya saja aku tidak akan merepotkanmu lagi dalam menuntunku ke jalan_Nya
karna disaat Ijab Kabul telah terucap kau telah Ikrarkan tanggung jawabmu untuk kau serahkan pada Imamku kelak
Tuhan... pintaku bahagiakan Ayahku tanpa kami yang bisa slalu menemaninya melewati masa tuanya
Jangan Kau biarkan senyum diwajahnya pudar bersama usianya yang semakin menua
Hiasilah masa tuanya dengan penuh ketenangan dan kedamaian bersama orang-orang yang selalu menyayanginya,
kulewati hari bersamamu dlm ikatan halal seorang ayah kepada anaknya
Dalam dekap dan pelukmu aku merasa nyaman dan terlindungi
Kau korbankan segalanya demi melihatku tersenyum
Kau pernah berkata "andaikan diperbolehkan untuk melarang anak gadis menikah
maka tak akan kuizinkan kau menikah dan meninggalkan Ayah"
Kalimatmu cukup menyentak hatiku, dan tersadar begitu sangat engkau mencintaiku
Tapi aku tau kau adalah Ayah yang bijaksana, kau akan lakukan segalanya untuk kebahagiaanku
termasuk melepaskanku untuk memulai hidup baru kelak.
Ayah... aku bukanlah putri kecilmu yang dulu, kini waktu membawaku pada pendewasaan
yang menuntutku untuk menyempurnakan separuh dienku bersma lelaki pilihannya
Lelaki asing yang tidak pernah aku kenal sebelumya, yang akan menggantikan
tanggung jawabmu menjagaku, manfkahiku dan menemani sisa hidupku.
Namun.... Kau akan tetap lelaki nomor 1 dalam hidupku dan akan tetap seperti itu
Ayah... Doakan aku semoga kelak aku mendapatkan suami setlus engkau dalam mencinta Ibu
dan anak-anakku bisa mendaptkan Ayah semulia engkau dalam mendidik kami.
Ayah... Disaat dia yang dipilih_Nya datang menjemputku aku ingin melihat senyummu
bukan tangis yang mengiringi kepergianku karna ragaku boleh saja jauh darimu tapi hati dan jiwaku akan tetap bersamamu dan samapai kapanpun aku akan tetap jadi anakmu yang akan terus membaktikan diri untukmu
Hanya saja aku tidak akan merepotkanmu lagi dalam menuntunku ke jalan_Nya
karna disaat Ijab Kabul telah terucap kau telah Ikrarkan tanggung jawabmu untuk kau serahkan pada Imamku kelak
Tuhan... pintaku bahagiakan Ayahku tanpa kami yang bisa slalu menemaninya melewati masa tuanya
Jangan Kau biarkan senyum diwajahnya pudar bersama usianya yang semakin menua
Hiasilah masa tuanya dengan penuh ketenangan dan kedamaian bersama orang-orang yang selalu menyayanginya,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar