Rabu, 25 Maret 2015
Untukmu sahabatku…
Assalamu’alaikum…wr.wb
Semoga saat kamu
membuka dan membaca surat ini suasana hatimu masih selalu dirundung suka cita
Amin….
Aku mengenalmu
entah kapan, dan entah kapan pula cerita persahbatan kita dimulai, tapi entah
kapanpun itu aku hanya tau hingga detik ini kamu masih tetap sahabatku dan
berharap tidak akan berakhir hingga detik kapanpun itu.
Terima kasih
untukmu telah memberikan aku sebuah pershabatan yang tulus dan luar biasa…Terima
kasih untukmu yang tak pernah bosan mendengar semua cerita tentangku, entah itu
cerita tentang rekan kerja, cinta,
keluarga dan tentang segala hal lainnya, dan terima kasih untukmu karna kau tidak keberatan menghabiskan waktu
untuk menemaniku berbicra tentang itu semua meski sering kali aku selalu
mengulang cerita yang sama tapi tak pernah sekalipun aku dengar kau mengeluh
dan bosan mendengarkanku…
Denganmu aku tak
canggung mengeluarkan tangisku karna duka saat aku merasa takdir tak berpihak
dan kejam terhadapku, dan saat itu pula kau slalu mampu membuatku tenang dan
melihat setiap sisi baik dibalik kejadian yang menimpaku meskipun kata-kata
yang kau keluarkan terlalu sering aku dengar, dan hanya kamu yang tahu dibalik
senyum dan wajah yang tampak baik-baik saja sebenarnya aku menangis hebat dan
terbalut kecewa.
Persahabatan kita
memang bukanlah tanpa cela, kita pernah berselish paham dan sering punya pendapat
yang berbeda, dan sering kali sikap keras kepalaku membuat kamu sakit
hati dan kecewa tapi kamu tidak pernah
lelah berusaha untuk tetap berlapang dada dan memaklumi sikapku namun tak satupun alasan itu membuatmu meninggalkanku.
Jika suatu saat
nanti moment bahagia dalam hidup menyapaku namamulah yang pertama aku ingat
untuk berbagi sukaku menceritakan betapa bahagianya aku… dan kamu adalah orang
pertama yang aku hubungi ketika sedih dan kecewa melandaku itu karena aku tau
kau slalu siap menyambutku dengan tangan terbuka dalam kondisi apapun diriku.
Aku berharap jika
suatu saat kita punya kehidpan masing-masing kamu masih tetap mau mengingatku,
mengingat semua tentang kita meski mungkin waktu tidak berpihak lagi pada kita
untuk membawa kita pada suasana dimana kita bisa bersama seperti saat ini, dan
aku juga berharap ada satu waktu mempertemukan kita agar kita bisa berbagi
cerita tentang belahan jiwa yang pada akhirnya kita temukan yang selalu menjadi
rahasia Allah yang slama ini membuat kita penasaran dan tentang bagaimana lucu
dan menggemaskan serta membanggakannya anak-anak kita.
Sekedar tulisan
ini yang bisa jadi bukti seberapa penting pershabatan kita buatku dan betapa
bersyukurnya aku pernah memiliki sahabat sepertimu, meski kata-katanya terkesan sederhana dan kalimat-kalimat yang
tersusun tak tampak luar biasa dan beberapa bait kalimat hasil copy paste tapi
aku mengetiknya dengan perasaan haru dan tetesan air mata sambil mengingat
perjalanan cerita persahabat kita dan menginggat tentang hari esok yang tidak
lagi berpihak pada kebersamaan kita tapi mau tidak mau suka tidak suka itu
adalah sknario yang ditulis Allah buat kita dan kita harus tetap yakin seknario
yang dibuat Allah pasti selalu indah pada akhirnya.
Sahabat maafkan
aku belum mampu memberikan apa yang kau inginkan, meski aku tau apa yang kau
inginkan telah tersampaikan dari seseorang yang jauh lebih special, tapi
pershabatan kita tak layak dihargai oleh materi, bagiku tak ada puncak yang
lebih tinggi dari harga persahabatan kita selain meneyebut namau dihadapan_Nya
meminta agar kamu selalu diberikan yang terbaik disegala hal….
Dari Aku…Sahabat yang selalu bersykur mengenalmu… .
